NIAS SELATAN//tipikorTV.com — Dalam rangka membentuk karakter dan memperkuat kehidupan spiritual peserta didik, SD Negeri 075075 Hilifalago melaksanakan kegiatan pembinaan rohani pada akhir Agustus 2026.
Sabtu ( 29/08/26 ).
Kegiatan pembinaan rohani tersebut mengangkat topik “Bersukacita di Dalam Tuhan”, dengan dasar firman Tuhan dari Filipi 4:4:
«“Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!”»
Pembinaan rohani tersebut disampaikan oleh Pdt. Nafakhamo Bago, yang mengajak para siswa untuk memahami bahwa sukacita sejati tidak hanya bergantung pada keadaan yang menyenangkan, tetapi bersumber dari Tuhan.
Dalam penyampaiannya, para siswa diajak untuk tetap bersukacita dalam berbagai keadaan, termasuk ketika menghadapi tantangan, kesulitan maupun kegagalan. Sebab, orang yang percaya kepada Tuhan memiliki pengharapan bahwa Tuhan senantiasa hadir, menyertai dan memberikan kekuatan.
Pdt. Nafakhamo Bago juga mengingatkan para siswa agar sukacita yang dimiliki dapat diwujudkan melalui sikap dan perilaku sehari-hari. Mengasihi sesama, menghormati guru dan orang tua, saling membantu, menjaga perkataan serta menghindari pertengkaran merupakan bentuk nyata dari kehidupan yang bersukacita di dalam Tuhan.
Sementara itu, Kepala SDN 075075 Hilifalago, Derama Gaurifa, menyampaikan bahwa pembinaan rohani memiliki peran penting dalam mendukung pembentukan karakter peserta didik.
«“Kami berharap melalui pembinaan rohani ini, anak-anak tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga semakin bertumbuh dalam iman dan memiliki karakter yang baik. Pesan untuk selalu bersukacita di dalam Tuhan hendaknya dapat mereka terapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.»
Menurutnya, pendidikan bukan hanya tentang pencapaian akademik, tetapi juga bagaimana membentuk peserta didik menjadi pribadi yang memiliki iman, karakter, kepedulian dan sikap yang baik terhadap sesama.
Melalui kegiatan pembinaan rohani ini, pihak sekolah berharap nilai-nilai yang disampaikan dapat terus diterapkan para siswa, baik di lingkungan sekolah, keluarga maupun masyarakat.
Pembinaan rohani di penghujung bulan Agustus tersebut sekaligus menjadi momentum untuk menanamkan sejak dini bahwa sukacita sejati tidak ditentukan oleh keadaan, melainkan lahir dari kepercayaan dan hubungan yang dekat dengan Tuhan.
“Keadaan boleh berubah, masalah boleh datang, tetapi sukacita di dalam Tuhan harus tetap ada.”
( Fanema Bago).



Discussion about this post