NIAS SELATAN//tipikorTV.com — Puji Tuhan, kegiatan pembinaan rohani di SD Negeri 071113 Hilifarono, Kecamatan Onolalu, Kabupaten Nias Selatan, terlaksana dengan baik dan sesuai dengan rencana.Rabu ( 02/09/26 ).
Kegiatan pembinaan rohani tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah dalam membentuk peserta didik tidak hanya menjadi pribadi yang memiliki pengetahuan, tetapi juga memiliki karakter, iman, serta nilai-nilai kehidupan yang baik.
Dalam pembinaan kali ini, topik yang diangkat adalah “Banyak Belajar”, dengan dasar firman Tuhan yang terdapat dalam Pengkhotbah 12:12-13.
«“Lagipula, anakku, waspadalah! Membuat banyak buku tak akan ada akhirnya, dan banyak belajar melelahkan badan. Akhir kata dari segala yang didengar ialah: takutlah akan Allah dan berpeganglah pada perintah-perintah-Nya, karena ini adalah kewajiban setiap orang.”»
Firman Tuhan tersebut disampaikan oleh Pdt. Nafakhamo Bago, S.Th. kepada para peserta didik.
Dalam penyampaiannya, siswa diajak untuk memahami bahwa belajar merupakan bagian penting dalam mempersiapkan masa depan. Setiap anak perlu memiliki semangat untuk terus belajar, membaca, bertanya, berlatih, serta mengembangkan kemampuan yang dimiliki.
Belajar memang membutuhkan ketekunan dan terkadang dapat melelahkan. Namun, proses tersebut merupakan bagian dari perjalanan untuk memperoleh pengetahuan dan membentuk kemampuan yang berguna dalam kehidupan.
Di sisi lain, firman Tuhan memberikan penekanan bahwa kepandaian dan pengetahuan harus disertai dengan takut akan Allah. Sebab, tujuan pendidikan bukan hanya membuat seseorang menjadi pintar, tetapi juga menjadi pribadi yang memiliki hati yang baik, bertanggung jawab, dan mampu menggunakan pengetahuannya untuk hal-hal yang benar.
Pesan tersebut menjadi penting bagi para siswa sejak usia sekolah. Mereka diingatkan agar tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga membangun kehidupan yang berlandaskan iman dan ketaatan kepada Tuhan.
Kepala SD Negeri 071113 Hilifarono, Srihandayani Harita, S.Pd., mendukung terlaksananya pembinaan rohani tersebut sebagai bagian dari pembentukan karakter peserta didik. Kegiatan seperti ini diharapkan dapat memberikan bekal moral dan spiritual kepada siswa dalam menjalani proses pendidikan maupun kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan pembinaan rohani ini, para siswa diharapkan semakin termotivasi untuk rajin belajar, menghargai ilmu pengetahuan, menghormati guru dan orang tua, serta hidup dalam takut akan Tuhan.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari pembentukan generasi muda yang diharapkan memiliki keseimbangan antara kecerdasan, karakter, dan iman.
Dengan demikian, pesan “Banyak Belajar, Jangan Lupa Tuhan” bukan sekadar tema pembinaan, tetapi menjadi pengingat bagi setiap peserta didik bahwa semakin banyak ilmu yang diperoleh, semakin besar pula tanggung jawab untuk menggunakannya dengan benar dan tetap berpegang pada kehendak Tuhan.
«“Belajarlah dengan tekun, kejarlah masa depan, tetapi jangan pernah melupakan Tuhan yang menjadi sumber kehidupan dan hikmat.”»
( Fanema Bago).



Discussion about this post